Posted by : Dinas ESDM Sulbar
Minggu, 06 September 2015
MAMUJU KAREBASATU.COM-Kenyataan banyaknya Pengusaha Kecil Menengah (UKM) di Sulbar yang masih terbelit sejumlah persoalan, membuat anggota DPRD Sulbar dari Partai Amanat Nasional, Arman Salimin, angkat bicara.
Kata Arman, jelang era Masyarakat Ekonomi Asean dan perdagangan bebas, pemerintah harusnya lebih memperhatikan para pelaku UKM agar mampu bersaing dengan para pelaku usaha dari negara luar yang tentu lebih unggul dan siap dari segala segi.
"Ini sudah menjadi kewajiban pemerintah untuk melindungi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidup mereka," kata Arman, Senin (16/2).
Pemprov Sulbar, kata Arman,Harus mencari kan cara yang lebih inovatif dan bernilai tambah bagi UKM dalam menjalankan usaha, sehingga para pengusaha memiliki keunggulan yang berdampak pada peningkatan produktivitas dan ahsil yang lebih berkualitas.
"UKM butuh penguatan, sehingga lebih mandiri dalam mealakukan saha mereka," kata Araman.
Menurut Arman, sesungguhnya saat ini produk-produk yang dihasilkan oleh UKM lokal tidak kalah bersaing. Namun untuk mengelola usahanya, para pelaku UKM perlu diberikan penguatan serta mencarikan pasar untuk menjual produknya.
Dengan memberikan penguatan, kata Arman, dirinya optimis dengan peluang pasar yang memungkinkan bagi para pelaku usaha berkompetisi dan bersaing dengan produk lain.
“Banyak dari mereka yang mempunyai produk bagus namun tidak tahu bagaimana menjualnya. Inilah pentingnya menyebarkan informasi pasar pada mereka,” katanya.
Sebelumnya diberitakan, di Sulbar saat ini, telah berdiri Pusat Layanan Usaha Terpadu (Plut) dan rencananya awal maret mendatang, sudah mulai memberikan layanan kepada mayarakat khususnya kelompok UKM yang membutuhkan layanan konsultasi.
“Personilnya sudah ada tujuh orang,” kata kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menenga (Dskoperindagkop dan UKM) Sulbar, Asir Mangopo.
Asir menjelaskan, Plut adalah sebuah lembaga yang dibentuk kementrian Koperasi dan UKM, dibawah koordinasi Disperindagkop Sulbar.
Lembaga ini bertujuan memberikan layanan konsultasi kewirausahaan kepada masyarakat yang mengalami kesulitan dalam menjalankan usahanya.
"Akan epektif bekerja mulai tanggal 1 Maret nanti," kata Asir.
Asir mengungkapkan, ketujuh personil tersebut direkrut dari masyarakat umum dengan latar belakang pendidikan yang beragam seperti manajemen, keuangan, pemasaran dan lain-lain. Setelah dinyatakan lulus seleksi, mereka juga, terlebih dahulu dibekali dengan pelatihan.
“Masyarakat nanti silahkan saja konsultasikan masalahnya apa. Kalau kesulitan masalah pengelolaan keungan, silahkan konsultasi,” kata Asir.
@RI
Editor:gepe.
Publisher:Karebasatu.

