Posted by : Dinas ESDM Sulbar Minggu, 06 September 2015

images
 
Minimnya wirausahawan menjadi salah satu faktor penghambat Indonesia untuk menjadi negara maju.Untuk menjadi negara maju, idealnya memiliki 3,5 persen wirausahawan dari total jumlah penduduk. Indonesia dengan sekitar 340 juta penduduk, baru sekitar 400 ribu yang memilih profesi sebagai wirausahawan atau entrepreneur atau hanya 0,18 persen dari total jumlah penduduk. Diperlukan sekitar 4 juta pengusaha untuk bisa mengatasi berbagai permasalahan pengangguran dan kemiskinan di tanah air. Kemunculan para pengusaha, otomatis membuka peluang adanya lapangan pekerjaan. Semakin banyak lapangan kerja, semakin mengurangi pengangguran. Artinya, tingkat kesejahteraan masyarakat juga meningkat. Dengan begitu, tingkat kemiskinan akan semakin berkurang, seiring dengan pertumbuhan iklim usaha dan pengusaha.Masyarakat Indonesia lebih cenderung memilih menjadi karyawan atau Pegawai Negeri Sipil (PNS) dibanding menjadi pengusaha. Bisa kita lihat kalau ada pengumuman bukaan lowongan penerimaan PNS, pasti yang mendaftar puluhan ribu orang. Padahal kuota yang tersedia hanya beberapa ratus orang saja. Demikian juga kalau ada lowongan di sebuah perusahaan, pasti banyak orang yang antre melamar. Ironisnya, ketika ada kesempatan untuk jadi entrepreneur/pengusaha, peminatnya selalu sepi.
 
Untuk itu perlu upaya dan kerja keras dari semua pihak, khususnya pemerintah dalam membangun iklim usaha di Indonesia. Untuk upaya-upaya tersebut, kita harus beri apresiasi atas apa yang dilakukanKementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah(KUMKM) Republik Indonesia  melalui Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) sangat konsen dalam menumbuhkan entrepreneur-entrepreneur baru di tanah air. Plut berperan untuk terus bergerak menggaungkan pentingnya menjadi entrepreneur melalui pendidikan dan latihan (diklat). Tidak hanya sekadar diklat, PLUT juga membuka jalan bagi lembaga-lembaga pembiayaan untuk bisa menopang permodalan masyarakat yang ingin mencoba menjadi entrepreneur.
 
PLUT KUMKM Provinsi Sulawesi Barat, telah hadir dan memberikan layanan-layanan kepada masyarakat yang ingin dan sedang menjalankan usaha. Layanan yang dimaksud berupa: KONSULTASI BISNIS KUMKM, PENDAMPINGAN BISNIS, FASILITASI AKSES PEMBIAYAAN, PEMASARAN DAN PROMOSI, PELATIHAN BISNIS, NETWORKING, LAYANAN PUSTAKA ENTREPRENEUR.
Kesemua layanan diatas muaranya untuk menciptakan wirausaha/entrepreneur dengan visi misi PLUT KUMKM Provinsi Sulawesi Barat menjadi Pusat Layanan Terpadu utama yang memampukan Koperasi dan UMKM dalam membangun potensi unggulan daerah di Provinsi Sulawesi Barat, dan memiliki misi:
  1. Menjadi pendamping dan pembina yang dapat memberikan solusi permasalahan pada koperasi dan pengusaha mikro, kecil, dan menengah (centre for problem solving);
  2. Menjadi mediator dan sumber informasi yang dapat memberi rujukan yang tepat pada koperasi dan pengusaha mikro, kecil, dan menengah untuk mendapatkan solusi yang spesifik (centre of referral);
  3. Menjadi etalase dan sumber inspirasi yang dapat menghadirkan praktik terbaik dari pengembangan koperasi dan pengusaha mikro, kecil, dan menengah (centre for best practice).

 enhy
Penulis:Ainy Sebagai Konsultan PLUT KUMKM Provinsi Sulawesi Barat.
 

- Copyright © PLUT KUMKM Sulawesi Barat - Blogger Templates - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -