Sebelum Anda membaca artikel saya, saya punya satu pertanyaan yang harus Anda jawab. Pertanyaannya adalah “Apa Tujuan Hidup ANDA?”.
Anda sudah menjawab pertanyaan tersebut bukan? Iyessss, pasti Anda menjawab pertanyaan tersebut dengan sangat benar. Tidak perlu Anda utarakan kepada saya, cukup Anda simpan dalam benak Anda dan bayangkan bahwa tujuan tersebut bisa lekas tercapai. Amin.
Setiap orang pasti mempunyai tujuan dalam hiduh, apapun itu. Memiliki rumah mewah, mobil, naik haji, punya panti social, dll. Pertanyaannya adalah sudahkah anda mempunyai kendaraan untuk mencapai tujuan tersebut? Jika sudah, kira-kira kendaraan apa yang ingin Anda kendarai guna mencapai tujuan tersebut?
Ada yang bilang menjadi seorang pengusaha/pebisnis lebih baik dibandingkan dengan menjadi pegawai. Bagi saya belum tentu. Bisa jadi menjadi pegawai lebih baik dibandingkan berbisnis, bisa jadi sebaliknya juga, menjadi pengusaha lebih baik dari pada menjdi pegawai. Hal terpentingnya adalah seberapa cepat aman, dan nyaman kedua kendaraan tersebut bisa digunakan untuk mencapai tujuan. Jika memang kendaraan bisnis tidak nyaman dikendarai maka berbisnis tidak lebih baik daripada menjadi pegawai. Pun sebaliknya, jika kendaraan pegawai sangat lamban dan tidak nyaman dikendarai maka pegawai tidak lebih baik dari pada berbisnis. Tentunya, kedua hal tersebut adalah pilihan hidup bagi kita semua.
Nah, lantas bagaimana jika Anda sudah memilih bisnis sebagai kendaraan guna mencapai tujuan? Mau tidak mau Anda harus merawatnya dengan baik. Ibarat kendaraan roda empat, maka di kendaraan tersebut pasti ada yang namanya ruang kemudi dan kemudinya, mesin, kerangka, ban, dsb. Si roda empat tersebut jidak akan nyaman dikendarai jika salah satu komponen ada yang rusak. Semisal pengapian pada mesin tidak berjalan lancer, maka si roda empat pun tidak akan bisa dijalankan. Semisal lagi, dari keempat roda si roda empat tersebut ada yang kempes maka kendaraan pun tidak akan nyaman dikendarai, jikapun dipaksa pasti akan menyebabkan kerusakan pada komponen yang lainnya.
Seperti itu pulalah bisnis, terdiri dari berbagai komponen pendukung yang menjadi satu kesatuan sistem bisnis. Satu saja komponen bisnis tidak berfungsi optimal, maka tidak maksimal juga bisnis berjalan. Kalaupun bisnis itu untung maka untungnya pasti mepet. Parahnya alih-alih bisnis itu berkembang, bisa jadi malah tumbang.
Guna memastikan bisnis menjadi kendaraan yang nyaman dikendarai maka sebuah bisnis harus sehat tentunya. Bisnis sehat adalah bisnis yang semua lininya berfungsi dengan baik. Produk yang menjadi komoditi bisnis harus berkualitas dan memiliki nilai lebih dibandingkan dengan produk sejenis lainnya. Target pasar dari produk yang ditawarkan jelas kepada siapa. Besaran peluang pasar yang tersedia dari target pasar yang ada sejatinya berapa ukurannya? Berapa persen sebenarnya target yang diinginkan dari besaran peluang pasar yang tersedia tersebut? Lantas sampai saat ini, sudah berapa persen pencapaian target yang didapatkan? Sudah mencapai target perusahaan atau belum?
Dari aktifitas pemasaran yang sudah dilaksanakan, seberapa besar arus kas keluar masuknya? Mampu untuk membiaya aktifitas bisnis atau tidak? Jangan sampai bukannya untung malah buntung! Di sisi lain, sudah benarkah perusahaan menempatkan orang dengan kapasitas yang sesuai dengan beban pekerjaannya. Jangan sampai malah terjadi pemborosan akibat salah menempatkan orang yang tidak sesuai dengan kapasitasnya. Jika membicarakan kesehatan bisnis, sebenarnya ada banyak komponen yang menjadi parameter dan tolak ukurnya. Namun, setidaknya dari keempat pilar bisnis di atas berjalan sesuai dengan koridornya maka bisnis bisa menjadi sehat.
Namun kalau bisnis justru membuat Anda lelah, waktu yang 24 jam berasa tidak cukup, maka tandanya bisnis Anda kurang sehat. Baiknya Anda harus mulai membuat sistem dalam bisnis. Banyak perajin yang saya temui gagal menjadi pengusaha dikarenakan enggan membagi beban pekerjaan pada yang lainnya. Dari A sampai Z dikerjakan sendiri, atau sering saya sebut sebagai one man show.
Bayangkan saja, jika si perajin adalah pelaku kuliner maka dia akan bekerja dari pagi sampai pagi lagi. Bangun jam 4 pagi untuk menyiapkan masakan yang akan dijual. Jam 6 paginya sudah mulai menggelar lapak kulinernya. Jam 4 sore lapak ditutup lantas pergi ke pasar induk untuk belanja bahan. Jam 8 malamnya mulai meracik bumbu yang diperlukan untuk memasak pada pagi harinya. Begitu berjalan berulang-ulang sampai si perajin kehabisan waktu untuk memikirkan strategi pengembangan bisnis. Mereka Berlagak bak super hero yang mampu mengerjakannya sendiri.
Jika Anda sudah mengalami hal semacam itu, sudah waktunya anda membagi beban pekerjaan. Sudah waktunya anda membangun sistem dalam bisnis. Tempatkan orang-orang yang tepat pada pos-pos pekerjaan yang bisa di delegasikan, setelah itu tugas Anda adalah menjadikan bisnis Anda berjalan lebih kencang, berkembang lebih cepat. Ingat, Tugas seorang pengusaha adalah menjadi seorang yang generalis yang faham banyak hal secara prinsip tanpa harus paham rinciannya. Pekerjaan rincinya bisa didelegasikan kepada pegawainya.
Semakin Anda mampu mendelegasikan banyak pekerjaan kepada pegawai, semakin cepat Anda keluar dari jebakan rutinitas. Itu artinya Anda mempunyai kesempata guna mengembangkan kreatifitas menyusun visi dan misi perusahaan dan mengembangkan strategi pengembangan usaha. Jika sudah seperti itu, bisa saya pastikan bahwa kendaraan bisnis Anda menjadi kendaraan yang aman dan nyaman dikendarai guna mencapai tujuan hidup Anda.
Writed by:
Boss Malas
Konsultan Bisnis PLUT-KUMKM DI Yogyakarta
Boss Malas
Konsultan Bisnis PLUT-KUMKM DI Yogyakarta
